Menu

Mode Gelap
Dinsos Makassar Tindak Lanjuti Kabar Adanya Lansia Terlantar

Politik

Perluas Informasi Kepemiluan, KPU Gowa Sosialisasi Pendidikan Pemilih Bagi Kelompok Rentan-Marjinal

<div  >SOSIALIASI--- Komisioner KPU Gowa dalam kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih kelompok rentan dan marjinal di Aula KPU Gowa, Rabu (5/8/2026).(Foto : Rusli Haisarni)</div> Perbesar

SOSIALIASI--- Komisioner KPU Gowa dalam kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih kelompok rentan dan marjinal di Aula KPU Gowa, Rabu (5/8/2026).(Foto : Rusli Haisarni)

GOWA—Komisi Pemilihan Umum atau KPU Gowa terus memperluas informasi kepemiluan. Salah-satu langkah melalui sosialisasi pendidikan pemilih dengan menyasar kelompok rentan dan marjinal.

Sosialisasi itu digelar di Aula KPU Gowa, Jalan Andi Mallombassang, Sungguminasa, Rabu (5/8/2026) siang.
Dikuti oleh penyandang disabilitas, perempuan, lansia, serta unsur masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi kepemiluan.

Ketua KPU Gowa, Fitrah Syahdanul saat membuka kegiatan menyampaikan, tujuan sosialisasi pendidikan pemilih bagi kelompok rentan dan marjinal sebagai bentuk komitmen pihaknya selaku penyelenggara pemilu dalam menciptakan demokrasi yang inklusif dan berkualitas.

Kata Fitrah, dalam kegiatan ini peserta diberikan pemahaman mengenai hak-hak politik warga negara, pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta peran masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan pemilu yang demokratis.

“Gowa merupakan kabupaten/kota yang pertama kali melaksanakan sosialisasi pendidikan pemilih kelompok rentan dan marjinal. Ini bentuk komitmen KPU Gowa dalam menciptakan demokrasi yang inklusif dan berkualitas,” ujar Fitra Syahdanul.

Ia menegaskan, demokrasi berkualitas tidak hanya diukur dari tingginya jumlah wajib pilih. Akan tetapi bagaimana semua warga negara punya kesempatan setara untuk menyalurkan hak pilihnya dalam pentas demokrasi.

“Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pemilu tanpa diskriminasi. Termasuk kelompok rentan dan marjinal,” tegasnya.

Sosialisasi pendidikan pemilih bagi kelompok rentan dan marjinal itu menghadirkan narasumber kompeten dari Pusat Disabilitas Universitas Hasanuddin (Unhas), Fitrah Ramadan dan penerjemah, Junaedi.

Selain penyampaian materi, sesi diskusi berjalan interaktif sehingga sosialisasi pendidikan pemilih itu terlihat begitu hidup. Para peserta diberikan kesempatan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam memperoleh informasi kepemiluan maupun saat menggunakan hak pilih.

Komisioner KPU Gowa Divisi Sosialisasi, Suardi Mansing menerangkan, kegiatan ini sebagai upaya memperluas informasi kepemiluan kepada masyarakat.

“Harapan kami, kelompok rentan dan marjinal ini dapat membantu KPU Gowa dalam memperluas informasi kepemiluan di tengah masyarakat,” terang Suardi Mansing.

Komisioner berlatar akademisi ini menyebutkan, agenda Pemilihan Umum atau Pemilu 2029 memang masih cukup lama. Akan tetapi, dari sekarang persiapan sudah dilakukan. Terutama terkait pendataan potensial pemilih pada Pemilu 2029 mendatang.

“Kami harap peserta yang hadir dapat menjadi agen atau menjadi jembatan sosialisasi kepada warga lain. Baik itu kalangan keluarga, lingkungan maupun tempat kerja. Jadi bukan sekadar mencoblos, tetapi ikut membantu menyebarluaskan informasi kepemiluan,” tandasnya.(Debok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aktivis Senior Harap Kabag Hukum Gowa Banyak Belajar

5 September 2026 - 18:16 WIB

Sesalkan Penyegelan Kantor Bupati, Plt Sekda Gowa : Hambat Kerja Pegawai

29 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Temui Bupati, Ukhuwatul Islamiyah Harap Gowa Tetap Kondusif

29 Juli 2026 - 15:46 WIB

Trending di Nasional