MAKASSAR—Menteri PU RI, Dodi Hanggodo kembali melakukan kunjungan kerja ke Sulsel. Sayangnya, kunker kali ini diwarnai dengan desakan agar Menteri PU mencopot Kasatker PJN I Balai Besar Peningkatan Jalan Nasional (BBPJN) Sulsel, Iwan Panji.
Desakan pencopotan itu tertuang dalam sejumlah spanduk yang bertebaran di beberapa titik ruas jalan. Salah satunya di Sudiang, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar. Juga di Barru yang menjadi lokasi kunker Menteri PU.
Di bagian atas spanduk itu tertulis LSM-Semak atau Serikat Masyarakat Anti Korupsi desak Menteri PU, Dudi Hanggodo untuk evaluasi kinerja dan jabatan Kasatker PJN I yang diduga lalai atas pekerjaan konstruksi dan pemeliharaan rutin.
Aktivis LSM Semak, Zulkifli kepada wartawan menyampaikan ada banyak proyek pekerjaan jalan dan jembatan yang dikerjakan PPK lingkup Satker PJN I diduga bermasalah.
Di antaranya pekerjaan Infrastruktur Jalan Daerah atau IJD di beberapa kabupaten. Seperti IJD di Sinjai yang ditangani Irfan Gani. Pun IJD di Bontamani Bulukumba dan IJD di Kabupaten Selayar.
“Begitu pula akses pemeliharaan rutin di sejumlah daerah. Seperti Sinjai dan Pinrang tidak dijalankan dengan baik sesuai fungsinya. Termasuk pekerjaan rumija, pengecetan jembatan dan pembersihan drainase. Anggarannya berkisar Rp1,4 sampai Rp4 milyar,” ungkap Zulkifli, Rabu (23/9/2026).
Selain itu, pekerjaan jembatan Baleng di Wajo. Ada temuan Rp1,6 milyar denda keterlambatan pekerjaan tidak dikembalikan.
“Kalaupun diklaim jembatan Beleng selsai dikerjakan, patut dipertanyakan dana yang dipakai selesaikan dana dari mana. Sementara rekanan ada temuan Rp1,6 miliar. Sehingga Satker PJN I itu diperiksa Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementrian PU,” ungkapnya.
“Hal inilah, jadi alasan kami mendesak Menteri PU agar evaluasi kinerja jabatan Kasatker PJN I,” tambah Zulkifli.
Kasatker PJN I BBPJN Sulsel, Iwan Panji yang dikonfirmasi enggan menanggapi soal desakan pencopotan itu. Meski demikian, Iwan membantah pekerjaan konstruksi di wilayahnya bermasalah.
“Alhamdulillah, kalau pekerjaan konstruksi yang kami kerjakan selesai semua dan masih ada yang berjalan karena Paket MYC,” tepis Iwan.
“Bontomanai = Paket MYC (PHO Akhir Desember 2026). Pemeliharaan rutin berjalan sesuai program penanganan berdasarkan skala prioritas. Jembatan
Baleng, 100 persen selesai. LHP terkait denda kepada penyedia jasa,” sambungnya.(*)









