Menu

Mode Gelap
Dinsos Makassar Tindak Lanjuti Kabar Adanya Lansia Terlantar

Politik

Cium Aroma Politisasi Kisruh Sampah, Warga Gowa Desak Kadis LH Undur Diri

<div  >Muh Ridwan Daeng Gading</div> Perbesar

Muh Ridwan Daeng Gading

GOWA — Kisruh sampah di Kecamatan Somba Opu, Gowa membuat masyarakat gerah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai leading sektor diminta bertanggungjawab.

Bentuk pertanggungjawaban itu dengam mendesak Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Aziz untuk undur diri dari jabatannya.

“Sebaiknya Kadis LH Gowa undur diri saja karena kinerjanya tidak becus menangani sampah,” desak warga Bontolangkass Selatan, kecamatan Bontonompo, Muh Ridwan Daeng Gading, Minggu (20/9/2026).

Bekas anggota DPRD Gowa itu menegaskan adanya indikasi politisasi dari penutupan akses ke TPA Cadika Bajeng hingga berhentinya armada sampah.

“Persoalan sampah ini terindikasi mulai dipolitisasi, urusan persoalan teknis didesign secara epik untuk mendeskreditkan Bupati Gowa,” tegasnya.

Muhammad Naufal Dzakwan Direktur Eksekutif Forum Peduli Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan ( FP2D) mengajak semua pihak untuk mengedepankan akal jernih dalam melihat persoalan sampah.

“Kisruh sengkarut sampah itu area teknis, secara jelas merupakan kewenangan penuh Dinas Lingkungan Hidup anggaran soal pengelolaannya ada ditangan mereka,” ungkap M.Naufal.

Dirinya memahami kondisi Kabupaten Gowa yang kini gaduh karena persoalan politik.

“Kondisi Gowa jelas, pameo di tengah masyarakat sudah difahami bahwa biar sepasang sandal jepit hilang di tengah jalan yang disalahkan adalah Bupati Gowa, demikian juga terkait persoalan sampah,” bebernya.

Senada dengan Muh Ridwan Daeng Gading. Naufal juga mendesak Ashari Azis, Kepala Dinas Lingkungan Hidup untuk mengundurkan diri.

“Soal ada masalah di lapangan, seorang kadis Wajib melaporkan kondisi secara utuh kepada Bupati Gowa, hari ini dengan jelas kinerjanya sangat lemah sehingga kami mendesak untuk mundur dari posisinya,” ungkap M. Naufal Dzakwan.

Pernyataan dua warga Kabupaten Gowa ini merupakan respons dari sengkarut persoalan sampah di Kecamatan Somba Opu, keduanya mensinyalir adanya pergerakan politik secara massif menyalahkan Bupati Gowa padahal tanggung jawab ada di pejabat struktural.

Persoalan BBM sejumlah armada mobil sampah menjadi biangnya, sisi lain jalur transportasi lalu lalang kendaraan mobil sampah kini ditutup oleh Kadir Nyampa salah seorang warga Cadika, lokasi Tempat pembuangan Akhir  sampah di Kabupaten Gowa.(Debok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aktivis Senior Harap Kabag Hukum Gowa Banyak Belajar

5 September 2026 - 18:16 WIB

Sesalkan Penyegelan Kantor Bupati, Plt Sekda Gowa : Hambat Kerja Pegawai

29 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Perluas Informasi Kepemiluan, KPU Gowa Sosialisasi Pendidikan Pemilih Bagi Kelompok Rentan-Marjinal

5 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Trending di Politik