Menu ✖

Mode Gelap
Dinsos Makassar Tindak Lanjuti Kabar Adanya Lansia Terlantar

Nasional

DLH Makassar Optimalkan Sampah Pasar untuk Pakan Sapi Demi Meningkatkan Kualitas Daging Ternak

Perbesar

UNDUH.CO.ID– Pemerintah Kota Makassar melokalisasi ternak sapi yang sering berkeliaran di sekitar area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa sebagai upaya penataan kota sekaligus peningkatan kualitas daging ternak.

Lebih dari itu, langkah ini juga merupakan bagian dari program optimalisasi pengelolaan sampah. Nantinya, ratusan ternak tersebut akan mendapatkan pasokan pakan dari hasil pemilahan sampah organik di pasar-pasar tradisional Makassar.

“Ini juga untuk mengurangi risiko yang bisa muncul, seperti longsor yang dapat membahayakan,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar, Helmy Budiman, di Makassar, Senin.

Selain masalah sampah, keberadaan 1.500 ekor sapi yang mencari makan di kawasan TPA juga menjadi perhatian serius pemerintah. Setelah sampah yang masuk dibatasi dan hanya menerima residu sampah, pemerintah menyiapkan kawasan khusus serta mengupayakan pasokan sampah organik dari pasar sebagai sumber pakan yang lebih aman.

Kebutuhan pakan untuk sapi-sapi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 50 ton per hari, sementara pasokan organik dari pasar saat ini masih berada di kisaran 10 ton per hari.

“Sampah pasar jenis organik yang telah dipilah disiapkan untuk pakan ternak. Ini agar kualitas daging ternak lebih bagus dan juga menjadi solusi untuk menangani sampah-sampah pasar,” tambah Helmy.

Pengelolaan sampah di Kota Makassar saat ini memasuki fase baru. Penerapan kebijakan pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi beban TPA sekaligus membangun kesadaran agar masyarakat sampah tidak lagi dipandang semata-mata sebagai persoalan pemerintah.

Ketua Dewan Lingkungan Makassar, Melinda Aksa, menambahkan bahwa solusi persampahan tidak harus selalu bergantung pada TPA. Sampah organik rumah tangga dapat diolah secara mandiri melalui berbagai metode sederhana, seperti pembuatan kompos, budidaya maggot, biopori, TEBA, hingga ember tumpuk.

“Kalau sampah organik selesai di rumah dan sampah anorganik bisa bernilai ekonomis, maka yang tersisa untuk dibawa ke TPA benar-benar hanya residu. Ini yang kami dorong,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran RT, RW, lurah, camat, kader PKK, hingga tokoh masyarakat sebagai agen perubahan. Edukasi harus dilakukan secara berjenjang agar masyarakat tidak sekadar mengetahui aturan, tetapi benar-benar memahami alasan dan manfaat di balik pemilahan sampah.

Upaya tersebut sejalan dengan target besar Makassar Bebas Sampah 2029, yang menurut Melinda harus dibangun melalui gerakan bersama, termasuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mini Soccer Borisallo Cup I, SMAN 6 Gowa Gabung Grup Neraka

21 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Menteri Jumhur Hidayat Apresiasi Kemah Bakti Lingkungan yang Bakal Membawa Perubahan Nyata

18 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Rudianto Lallo Sambangi Korban Kebakaran Rappokalling, 21 KK Terima Bantuan

17 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Trending di Nasional