Menu ✖

Mode Gelap
Dinsos Makassar Tindak Lanjuti Kabar Adanya Lansia Terlantar

Nasional

Merombak Paradigma Sampah: Dari Beban Perkotaan Menjadi Sumber Daya Bernilai

Perbesar

UNDUH.CO.ID – Pertumbuhan populasi dan tingginya ritme aktivitas warga Kota Makassar berdampak langsung pada gunungan sampah yang kian membumbung saban hari. Di balik kerja keras petugas kebersihan yang memburu waktu dari lorong ke lorong, armada pengangkut sampah di Ibu Kota Sulawesi Selatan ini ternyata harus berpacu dengan batas stamina.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mencatat, dari ribuan unit armada persampahan yang tersebar di 14 kecamatan, tak sedikit yang kini mengalami kerusakan. Dari 1.073 unit motor roda tiga, misalnya sebanyak 313 unit berada dalam kondisi rusak ringan hingga berat. Kondisi serupa juga menghinggapi puluhan armada Tangkasaki, dump truck , hingga arm roll truck .

Kepala Dinas LH Makassar, Helmy Budiman, mengakui bahwa mengandalkan truk dan bentor pengangkut saja tidak akan pernah cukup untuk menahan laju limbah perkotaan.

“Pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan penambahan maupun peremajaan armada. Kita juga mendorong perubahan pola pengelolaan sampah mulai dari tingkat rumah tangga dan lingkungan,” tutur Helmy, Selasa (25/8/2026).

Menghadapi kenyataan tersebut, Pemkot Makassar memilih berbenah melalui pendekatan humanis dan teknologi modern. Sampah tidak lagi dianggap sebagai barang buangan yang menakutkan, melainkan sebagai sumber daya yang berdaya guna. Sampah organik mulai didorong untuk diolah menjadi pakan ternak, pupuk kompos, hingga pakan maggot yang bernilai ekonomis bagi warga.

Tidak berhenti di situ, transformasi teknologi juga disuntikkan langsung ke tingkat tapak. DLH membagikan puluhan unit mesin modern—mulai dari 10 unit mesin pencacah anorganik, 10 unit mesin pengayak, hingga 24 unit mesin pembubur—langsung ke fasilitas Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R) di setiap kecamatan. Secara bertahap, Makassar juga mulai mengadopsi mobil jenis pemadat sampah yang lebih efisien dan mampu memadatkan limbah dalam jumlah besar.

Melalui penguatan Bank Sampah Unit (BSU) dan Bank Sampah Sektor (BSS), masyarakat diajak menjadi pahlawan lingkungan di rumah sendiri. Harapannya, mata rantai sampah dapat diselesaikan secara mandiri dan komunal sebelum sempat mengantre menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mini Soccer Borisallo Cup I, SMAN 6 Gowa Gabung Grup Neraka

21 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Menteri Jumhur Hidayat Apresiasi Kemah Bakti Lingkungan yang Bakal Membawa Perubahan Nyata

18 Oktober 2026 - 12:55 WIB

Rudianto Lallo Sambangi Korban Kebakaran Rappokalling, 21 KK Terima Bantuan

17 Oktober 2026 - 17:20 WIB

Trending di Nasional